ornamen

Dear Bunda, Ini Alasan Gizi Anak Harus Terpenuhi

mybabymine.com - Setiap orang perlu mendapatkan gizi yang seimbang, termasuk anak-anak.

Ketika masih dalam kandungan, dikatakan apa yang dimakan Bunda, itulah yang dimakan janin. Setelah lahir, apa yang dimakan anak sejak usia dini pun akan menjadi pondasi penting bagi kesehatannya di masa depan.

Jika kondisi anak sehat sejak awal kehidupannya, maka tumbuh dan kembangnya pun juga lancar.

Terlebih lagi, jika sudah diberi makanan sehat dan seimbang. Dampak yang akan dirasakan termasuk peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Lantas, apa yang dimaksud dengan gizi itu? Bagaimana pula caranya agar Ayah dan Bunda bisa memenuhi kebutuhan gizi si Kecil? Yuk, cari tahu lebih banyak di sini!

Apa yang dimaksud dengan "Gizi"?


Menurut Kementerian Kesehatan RI, gizi adalah zat atau senyawa yang terdapat dalam pangan, yang terdiri atas karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, serat, air, dan komponen lain yang bermanfaat bagi pertumbuhan dan kesehatan manusia.

Dengan kata lain, gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal, yaitu melalui proses digesti, absorpsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme, dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan.

Gizi diperlukan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal organ, serta menghasilkan energi.

Pentingnya asupan zat gizi yang cukup untuk anak


Anak perlu mendapatkan asupan zat gizi dalam jumlah yang cukup. Jika tidak, ia akan mengalami ketidakseimbangan antara masukan dan kebutuhan.

Kondisi tersebut bisa terjadi jika konsumsi makanannya tidak beraneka ragam. Misalnya, anak hanya diberi makanan favoritnya, tanpa melihat kebutuhan gizinya.

Oleh sebab itu, para orang tua harus memberikan anaknya makanan yang beraneka ragam setiap hari, seperti paduan nasi, daging, dan sayur.

Kekurangan gizi pada jenis makanan tertentu akan dilengkapi dengan keunggulan zat gizi dari makanan yang lain, sehingga anak bisa memperoleh asupan zat gizi yang cukup.

Asupan gizi yang masuk untuk anak sangat berguna untuk pertumbuhan otak (intelegensia) dan kesehatannya secara keseluruhan.

Bagaimana cara mengetahui anak memperoleh gizi yang cukup?

Ayah dan Bunda bisa mengetahui status gizi dan kesehatan si Kecil secara menyeluruh dengan memperhatikan penampilannya secara umum, apakah berat badan dan tinggi badannya sudah sesuai dengan usianya saat ini.

Para orang tua juga bisa melihat apakah gizi anak tercukupi melalui kondisi fisik, gerakan motorik dan fungsional, emosi, dan kemampuan kognisinya.

Jika si Kecil sehat, maka itu semua akan sesuai dengan pertambahan usianya.

Dengan kata lain, semakin bertambahnya umur anak, maka proses tumbuh kembangnya pun akan meningkat.

Gizi anak harus seimbang, kenapa?


Dilansir dari Duksters, makanan merupakan cara untuk memenuhi asupan zat gizi yang dibutuhkan si Kecil untuk tumbuh sehat dan kuat. Selain itu, tambahan vitamin dan mineral dapat mendukung fungsi normal tubuh.

Mengonsumsi makanan yang enak sangat penting bagi anak, karena mereka masih dalam masa pertumbuhan. Tubuh membutuhkan nutrisi untuk menumbuhkan tulang dan otot yang sehat dan kuat.

Jika makanan yang dikonsumsi anak dapat memenuhi kebutuhan gizinya, baik dari kualitas maupun kuantitas, maka tubuhnya pun akan memaksimalkan penggunaan zat gizi tersebut untuk fungsi metabolisme.

Selain itu, nilai gizi juga harus sesuai dengan kebutuhan berdasarkan usia. Ayah dan Bunda secara bertahap harus mulai memberikan beragam jenis bahan makanan untuk si Kecil.

Itulah mengapa makanan untuk anak harus serasi, selaras, dan seimbang, yang artinya sesuai dengan tingkat tumbuh kembangnya.

Menu gizi seimbang sendiri merupakan susunan makanan yang mengandung zat-zat gizi dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman atau variasi makanan, aktivitas fisik, kebersihan, dan berat badan ideal.

Dampak anak kelebihan atau kekurangan gizi

Jika konsumsi makanan si Kecil berlebih atau kurang, baik dari segi kuantitas ataupun kualitas, maka dapat memicu terjadinya masalah gizi, seperti kegemukan, obesitas, atau stunting (tubuh anak menjadi kerdil).

Jika anak mengalami kekurangan gizi, maka simpanan zat gizi dalam tubuhnya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang kurang.

Apabila keadaan ini berlangsung lama, maka simpanan zat gizi pun akan habis, dan akhirnya terjadi kemerosotan jaringan.

Mengenal "Isi Piringku"


Sumber gambar: Kemenkes RI

Porsi makan balita didasarkan pada “Isi Piringku” dari Kementerian Kesehatan RI, yang merupakan acuan sajian untuk sekali makan.

Isi Piringku digunakan untuk mendorong masyarakat menyajikan makanan yang sehat dan bergizi seimbang dengan cara yang mudah dikenali dan dipahami.

Aturan pembagian dalam Isi Piringku terdiri atas:

  • 50% makanan pokok sebagai sumber karbohidrat dan lauk-pauk sebagai sumber protein. Ini dibagi lagi menjadi 2/3 bagian makanan pokok dan 1/3 sisanya adalah lauk-pauk.
  • 50% makanan sebagai sumber serat, vitamin, dan mineral, yang terdiri atas sayuran dan buah-buahan. Ini dibagi lagi menjadi 2/3 sayuran dan 1/3 buah-buahan.

Selain itu, ada 5 kelompok makanan utama yang harus anak makan setiap hari, yaitu:

  • Karbohidrat, misalnya roti, sereal, pasta, dan nasi.
  • Dairy product, misalnya susu, keju, dan yogurt.
  • Buah-buahan, misalnya apel, jeruk, beri, anggur, dan pisang.
  • Sayuran, misalnya brokoli, kacang, bayam, wortel, dan kacang polong.
  • Protein, misalnya daging sapi, ikan, ayam, telur, dan kacang -kacangan.

Dengan mengonsumsi berbagai makanan di atas, anak akan mendapatkan asupan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang yang sehat dan optimal.

Jadi, penuhilah gizi seimbang anak dengan mengajarkan mereka makan makanan beraneka ragam sejak dini.

Editor & Proofreader: Afrillia Yenita

  • Referensi :

    • Duksters. Nutrition for Kids.
    • Kementerian Kesehatan RI. Apa Saja Sepuluh Pedoman Gizi Seimbang?
    • Kementerian Kesehatan RI. Isi Piringku.